Iklan dibawah navigasi

Pecinta Junk Food Baca ini!! Makan Junk Food Bisa Membuat Depresi

Makan Junk Food Bisa Membuat Depresi, Kenapa?

Otak serta badan kita kerja setiap waktu tiada henti, oleh karenanya diperlukan daya serta bahan bakar utk lakukan semua pekerjaan itu. Pikirkan bila badan serta otak Anda ialah satu mobil elegan yg memerlukan perawatan yg begitu baik, satu diantara yg mesti dilihat ialah kualitas berbahan bakar yg dipakai. Konsumsi makanan yg memiliki kandungan beberapa zat gizi, seperti vitamin mineral, serta anti-oksidan bisa membuat perlindungan otak serta badan kita dari beberapa penyakit serta menghindari dari stress oksidatif yg memunculkan radikal bebas yg bisa mengakibatkan kerusakan badan. Tetapi apa yang terjadi bila badan yg seperti kendaraan elegan ini dikasihkan bahan bakar yg tdk baik mutunya, seperti junk food?


Bagaimana makanan bisa memengaruhi mood serta perasaan Anda? 


Turunkan produksi serotonin 


Serotonin adalah hormon yg menolong utk mengendalikan tidur, nafsu makan, situasi hati, serta suhu badan. Hormon ini 95% di produksi di aliran pencernaan yg tersambung dengan juta-an sel saraf, hingga bukan tdk mungkin apa yg Anda makan akan punya pengaruh pada mood Anda. Riset mengatakan jika grup yg seringkali konsumsi makanan berlemak tinggi serta rendah utk kandungan zat gizi yang lain, mempunyai kandungan serotonin yg lebih dikit. Jadi, mengkonsumsi makanan seperti junk food, tdk cuma membuat cadangan lemak Anda makin bertambah, tetapi pula membuat situasi hati jadi kurang baik serta gampang utk alami stress.

Junk food tdk mempunyai bakteri probiotik yg dibutuhkan badan 

Makanan seperti junk food umumnya tdk mempunyai zat gizi yg baik serta cuma memiliki kandungan lemak yg tinggi karena proses pemasakannya lewat cara menggoreng pada suhu tinggi sekali. Tentu saja, makanan yg semacam itu, tdk memiliki kandungan bakteri probiotik yg bermanfaat menolong badan utk mengolah makanan ataupun minuman. Beberapa riset mengatakan jika bakteri probiotik bisa tingkatkan hormon serotonin, yakni hormon ‘bahagia’. Sedang kekurangan bakteri probiotik akan mengakibatkan orang alami stress serta stres. Riset mengatakan jika orang yg mempunyai bakteri probiotik dalam tubuhnya, mempunyai tingkat stress serta kekhawatiran yg lebih rendah dibanding dengan orang yg bakteri probiotiknya dikit.

Riset lainnya memperbandingkan grup yg seringkali mengonsumsi makanan western food seperti junk food dengan grup konsumsi makanan tradisionil serta hasil riset itu didapati jika grup yg konsumsi junk food alami tingkat stress 25-35% tambah tinggi dibanding dengan grup satunya. Ini karena disebabkan makanan tradisionil terbagi dalam beberapa bahan makanan yg kaya zat gizi, sedang western food cuma mempunyai kandungan lemak yg tinggi.

Tingkatkan stress oksidatif pada tubuh 

Stress oksidatif ialah proses yg alami berlangsung pada tubuh karena kebanyakan zat radikal bebas yg di produksi oleh badan. Stress oksidatif bisa dipacu oleh mengkonsumsi lemak yg terlalu berlebih, seperti lemak trans yg ada di beberapa type junk food. Bila proses ini selalu berlangsung di badan, jadi badan akan terasa ‘jenuh’ serta menyebabkan stres berat pada seorang. Berdasar pada riset yg sempat dikerjakan, tunjukkan jika orang yg alami stres berat mempunyai tingkat radikal bebas semakin banyak dibanding dengan orang yg tdk dalam desakan.

Riset yg menyertakan paling tidak 675 masalah stres, menunjukkan jika grup yg konsumsi makanan yg memiliki kandungan lemak trans tinggi, seperti pastry serta junk food, mempunyai tingkat stres yg tinggi. Sedang grup yg seringkali konsumsi makanan yg memiliki kandungan lemak tdk jemu seperti, alpukat, minyak zaitun, serta beberapa jenis kacang-kacangan mempunyai tingkat stres yg lebih rendah. Pada riset lainnya, mengkonsumsi makanan tinggi lemak bisa tingkatkan resiko terserang stres sekitar 48%.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel