Iklan dibawah navigasi

Perhatikan Alasan Kenapa Batuk-Batuk Setelah Minum Obat Hipertensi

Kenapa Saya Batuk-Batuk Setelah Minum Obat Hipertensi?

Kaptopril ialah obat posisi pertama penurun desakan darah (antihipertensi) yg termasuk juga dalam kelompok ACE inhibitor. Tidak hanya sbg penurun desakan darah, obat hipertensi ini pula berguna dalam penyembuhan tidak berhasil ginjal akut serta tidak berhasil jantung. Walau pada umumnya ditolerir dengan baik pada pasien, tetapi ada resikonya yg cukuplah mengganggu, yakni dapat mengakibatkan batuk kering.

Apa serta bagaimana kaptopril serta obat hipertensi kelompok ACE inhibitor yang lain mengakibatkan dampak ini, baca keterangan tersebut.

Apakah itu kaptopril serta ACE inhibitor? 


ACE ialah singkatan dari Angiotensin-converting enzyme. Angiotensin ialah senyawa kimia yg mengakibatkan pembuluh darah arteri jadi kencang. Penghalang ACE (ACE inhibitor) menolong badan menghasilkan lebih dikit angiotensin, yg menolong pembuluh darah jadi kendur, hingga selanjutnya turunkan desakan darah.

Obat-obat yg termasuk juga dalam kelompok ACE inhibitor gampang diingat sebab semua berakhiran -pril yakni benazepril HCl, kaptopril, enalapril maleat, fosinopril sodium, lisinopril, moexipril, perindropil, quinapril HCl, ramipril, serta trandolapril.

Betulkah minum obat hipertensi kelompok ACE inhibitor membuat batuk?

Batuk kering diadukan berlangsung pada 5 sampai 20 % pasien yg diobati dengan ACE inhibitor. Pada riset ONTARGET, ramipril mengakibatkan batuk yg cukuplah kronis hingga mesti di stop serta dampak ini dilihat pada 4,2 % pasien yg menggunakan ramipril. Jadi, tdk kebanyakan orang akan alami batuk-batuk sesudah minum obat hipertensi ini.

Batuk tdk langsung berlangsung sesudah penggunaan obat, tetapi umumnya diawali pada satu sampai dua minggu therapy. Tetapi, juga bisa timbulnya terlambat sampai enam bulan. Menariknya, bila disaksikan dari type kelamin, pasien wanita seringkali terserang resikonya batuk ini dibanding lelaki.

Batuk ini berlangsung sebab induksi obat, hingga akan pulih saat penggunaan obat di stop. Umumnya batuk-batuk pulih dalam tempo 1-4 hari sesudah therapy di stop, tetapi juga bisa memerlukan waktu sampai 4 minggu. Bila di masa datang pasien minum obat yg sama atau obat yg berlainan tetapi masih juga dalam kelompok ACE inhibitor, umumnya akan berlangsung batuk kering .

Pada pasien asma yg memakai obat ACE inhibitor, tdk diperlihatkan penambahan batuk, tetapi bisa saja dibarengi dengan bronkospasme.

Bagaimana ACE inhibitor dapat sebabkan resikonya batuk kering? 


Proses tentunya belum didapati dengan jelas. Tetapi, terdapatnya penambahan senyawa-senyawa tersendiri sesudah pemberian obat mungkin mempunyai terlibat yg besar. Senyawa-senyawa itu ialah kinin lokal, intisari P, prostaglandin, atau tromboksan.

Kinin (bradikinin) serta intisari P di proses oleh enzim ACE. Saat ACE dihambat kerjanya oleh kaptopril serta obat hipertensi lainnya dengan kelompok yg sama, jadi kadarnya juga bertambah. Terdapatnya kandungan kinin yg tinggi setelah itu bisa mengakibatkan iritasi bronkial serta batuk lewat penambahan produksi prostaglandin, yg lalu bisa merangsang serabut C aferen di aliran pernafasan.

Proses lainnya yg dipercaya ialah aktivasi jalan asam arakidonat sebab penghambatan enzim ACE. Saat jalan ini aktif, maka tingkatkan kandungan tromboksan, yg setelah itu menyebabkan bronkokonstriksi (penyempitan aliran napas) hingga Anda batuk-batuk.

Bagaimanakah cara menyembuhkan batuk kering sebab pemakaian ACE inhibitor? 


Obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) serta aspirin sudah diadukan dapat kurangi batuk yg dikarenakan oleh resikonya ACE inhibitor. Tetapi, hasil ini belum dipelajari dalam eksperimen besar, serta beberapa pakar tdk merekomendasikannya.

Karenanya, jalan keluar terbaik dengan konsultasi langsung ke dokter Anda. Dokter kemungkinan memberi pendapat hentikan therapy serta/ atau memberi resep obat antihipertensi kelompok lainnya yg sesuai situasi kesehatan Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel