Iklan dibawah navigasi

Sebelum Makan Obat baca dulu ini!! Mendiagnosis Alergi Obat

Anda mesti memberikan laporan tiap-tiap reaksi obat yg abnormal pada dokter Anda. Dokter akan memastikan pemicu yg memicu berlangsungnya tanda-tanda Anda serta utk tahu apa reaksi Anda alergi atau non alergi.

Menurut Organisasi Alergi Dunia (WAO), bila Anda bereaksi pada obat dengan tanda-tanda yg tampak, ada seputar satu dalam 10 peluang jika itu ialah reaksi alergi. Tahu apa reaksi Anda alergi atau non alergi sangat penting, sebab reaksi alergi bisa berkembang jadi syok anafilaktik yg meneror jiwa di hari esok.

Reaksi obat nonalergi 


Reaksi nonalergi mungkin adalah resikonya dari obat itu. Resikonya ialah reaksi sekunder dari obat yg mungkin berlangsung pada seorang yg sehat. Reaksi ini bisa merugikan atau menguntungkan. Umumnya resikonya bisa didapati sebelum obat diresepkan. (Dokter Anda mesti memberi tahu Anda mengenai resikonya yg bisa berlangsung sebelum memberi resep obat).


Terkadang, dosis rendah bisa kurangi atau menghilangkan resikonya yg negatif. 


Reaksi nonalergi bisa jadi reaksi spesial (biasa serta tidak tersangka). Ini bisa berlangsung sesudah paparan pertama Anda pada obat. Reaksi idiosinkratik bukan resikonya yg umum berlangsung serta seringkali sebab kelainan genetik atau metabolik.

Dalam beberapa masalah, reaksi Anda pada obat bisa mengikuti reaksi alergi. Ini dimaksud pseudoallergy atau sensitivitas. Dalam beberapa masalah, ini ialah resikonya dari obat. Ini bisa berlangsung saat pemakaian pertama obat. Contohnya, beberapa orang yg memakai penghilang perasaan sakit narkotika seperti codeine alami gatal-gatal.

Tes utk menganalisis alergi obat 


Langkah awal dalam diagnosis alergi obat ialah kontrol fisik komplet. Dokter Anda akan mencari tahu apa Anda mempunyai alergi lainnya atau kisah keluarga yg alami alergi. Ia akan mencari tahu berapakah lama semenjak Anda memakai obat sebelum reaksi Anda mulai serta apa Anda sudah memakai obat awal mulanya. Anda akan disuruh utk menerangkan tanda-tanda Anda dengan detil.

Bila sangat mungkin, periksalah ke dokter Anda waktu Anda alami reaksi pada obat. Ini akan menolong dokter membuat diagnosis. Bila dokter Anda mencurigai alergi obat, mereka bisa lakukan beberapa tes utk mengkonfirmasi diagnosis.

Tes kulit 


Utk beberapa obat, tes alergi kulit bisa memastikan apa Anda alergi pada satu zat. Bergantung pada type obat, dokter mungkin lakukan tes kulit tusuk atau tes intradermal.

Saat tes kulit-tusukan, dokter menyuntikkan sebagian kecil obat ke kulit-biasanya sisi punggung atau lengan bawah. Bila Anda alergi, Anda akan alami kulit kemerahan, tonjolan, atau peradangan kulit yang lain.

Tes intradermal bisa menguji reaksi alergi pada penisilin serta beberapa antibiotik yang lain. Saat tes ini, dokter menyuntikkan sebagian kecil alergen cuma dibawah kulit serta memantau daerah suntikan utk tejadinya reaksi.

Tes darah 


Tes darah bisa memastikan apa Anda alergi pada obat tersendiri. Meskipun tes darah tdk seakurat cara uji yang lain, dokter mungkin pilih utk lakukan tes darah bila ada kecemasan jika Anda akan mempunyai reaksi anafilaktik pada obat itu. Sebab darah ditest di luar badan Anda tdk ada resiko reaksi alergi.

Anda mungkin alami perasaan sakit dalam tempat dimana darah diambil. Tes darah cuma bisa menjumpai alergi beberapa obat tersendiri, seperti beberapa antibiotik, relaksan otot, serta insulin.

Tes hasutan 


Dalam tes hasutan, dikerjakan pemberian dosis yg bertambah dari obat pada jeda yg direncanakan. Anda bisa memakai obat dengan oral atau dibawah kulit. Reaksi tunjukkan peluang alergi atau sensitivitas pada obat itu. Bila reaksi mudah atau bila tdk ada reaksi, obat terebut mungkin adalah penyembuhan yg aman buat pasien. Resiko tes hasutan termasuk juga reaksi kronis, bahkan juga punya potensi anafilaksis. Tes ini cuma dipakai dalam beberapa kasus spesial serta umumnya dikerjakan cuma di pusat-pusat alergi spesial.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel